EMPAT JENIS HATI MANUSIA

Mungkin sudah terlalu parah kerusakan diri kita. Kita harus menyadari bahwa zaman kita ini bukan zaman Nabi dan juga bukan zaman sahabat. Coba kita lihat minuman khomer itu sudah terpajang dengan bebasnya di depot-depot, baik itu milik orang muslim maupun yang non muslim. Yang namanya narkoba sudah marak dimana-mana. Yang lebih dahsyat lagi banyak orang-orang yang tidak berilmu sudah dianggap sebagai ulama. Oleh karenanya ajaklah keluarga kita, anak-anak kita untuk menghadiri majelis-majelis ilmu, majelis-majelis dzikir, majelis maulid dan majelis haul untuk membentengi mereka.
Selanjutnya yang perlu kita renungkan bersama, kita ini sering menghadiri majelis-majelis tersebut dan dari majelis-majelis kita sering mendapatkan nasehat-nasehat. Namun pertanyaannya apakah hati kita sudah terobati atau tersirami.
Ketahuilah bahwa manusia yang hadir dalam majelis-majelis di atas terbagi menjadi empat macam.
Pertama, Qolbun salim (hati yang selamat). Hati yang demikian ini akan merasa senang dan merasakan nikmat serta mengambil manfaat ketika berada dalam majelis-majelis ilmu, dzikir, maulid dan haul. Hati yang demikian inilah yang akan menyelamatkan orang yang memiliki hati itu pada hari kiamat.
Allah SWT berfirman: (Ingatlah)hari dimana harta dan anak-anak manusia tidak bisa memberi manfaat kecuali orang-orang yang datang kepada Allah dengan qolbun salim(hati yang selamat). Harta yang banyak bahkan menjadi penyebab hisab yang berat, anak-anak juga tidak bisa memberi manfaat bahkan menjadi penuntut ulama terhadap orangtuanya.

Kedua, Qolbun Mariidh (hati yang sakit). Hati orang yang demikian ini hanya terpaksa menghadiri majelis taklim, dzikir, maulid, dan haul. Keluar dari majelis tersebut, yang dibicarakan bukan hikmah atau nasehat dari majelisnya melainkan kesalahan orang. Itulah hati yang sakit. Adakah usaha kita untuk mengobatinya atau malah kita biarkan semakin parah hati yang ada di qolbu kita.

Ketiga, Qolbun A’maa (hati yang buta) yaitu hati yang lebih suka pada majelis-majelis yang melupakan diri dari Allah. Ah… lebih baik kita main gaple, main remi, main gitar di perempatan. Allah SWT telah menegaskan.”Sesungguhnya dia tidak buta matanya tapi buta mata hatinya yang ada di dada”. Ia tahu faedah sholat jamaah didirikan tapi hatinya tak bisa melihat itu semua, ia lebih tertarik untuk berkumpul dengan teman-temannya yang justru menjauhkan dirinya dari Allah SWT.
Hati –hati dengan Qolbun A’maa sebab hal ini menjadikan kebutaan kelak dihari kiamat. Mereka yang saat di dunia hatinya buta, saat bangun dari kuburnya mereka mungatakan: ”Tuhan kenapa mataku buta sedangkan saat di dunia dulu aku dalam keadaan bisa melihat”. Maka dikatakan kepada mereka: ”Ayat Allah telah datang kepadamu, Al-Qur’an telah menerangkan kepadamu, namun engkau tidak amalkan, kamu sengaja tinggalkan, kamu tidak perdulikan, oleh karenanya sekarang kamu ditinggalkan oleh Allah SWT”.

Keempat, Qolbun Qoosi (Hati yang kaku/keras). Yaitu hati yang benci dan tidak senang dengan majlis Taklim, dzikir, maulid, dan haul. Bahkan mempengaruhi yang lainnya untuk keluar dari majlis-majlis tersebut. Berbahaya sekali bagi orang yang hatinya keras dan tidak mau berdzikir kepada Allah. Disebutkan dalam hadits: ”sesungguhnya hati yang paling jauh dari rahmat adalah hati yang kaku”.
Oleh karena itu dalam menghadiri majelis-majelis ilmu, majelis dzikir, majelis maulid dan haul siapkan dengan hati yang saliim. Jangan sampai dalam menghadiri majelis-majelis tersebut hati kita membawa permusuhan, kebencian, kedengkian. Jangan sampai hadir dalam majelis-majelis tersebut hanya untuk mencari muka dan mencari keuntungan saja.

Ya ALLAH…
✔ Muliakanlah orang yang membaca Artikel ini
✔ Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid
✔ Lapangkanlah hatinya
✔ Bahagiakanlah keluarganya
✔ Luaskan rezekinya seluas lautan
✔ Mudahkan segala urusannya
✔ Kabulkan cita-citanya
✔ Jauhkan dari segala Musibah
✔ Jauhkan dari segala Penyakit, Fitnah, Prasangka Keji, Berkata Kasar dan Mungkar.
✔ Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang membaca dan membagikan Artikel ini.

Aamiin ya Rabbal’Alamin

Batu, 26 November 2015
Di Publikasikan Oleh:

KRT. KH. Mukhammad Musyrifin Puja Reksa Budaya
Khodimul ‘Ummat, Dlo’if wal Faqiir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *