Sang Penjamas Dan Pentayuh Tosan Aji Abad 21

KRT. KH. Mukhammad Musyrifin Puja Reksa Budaya, Ahli Identifikasi Pusaka dari Kota Batu.
Profesi yang dimiliki Ustadz. KRT. KH. Mukhammad Musyrifin Puja Reksa Budaya, memang tergolong langka. Selain sebagai guru Pend. Jas. Or. Kes pada Madrasah Aliyah (MA) Bilingual Kel. Dadaprejo, Kec. Junrejo, Kota Batu, pria yang akrab disapa Musyrifin ini juga menjadi pentayuh atau bisa membaca karakter pusaka.

Sebuah ruangan di rumah Jalan Masjid An-Nur Gang Lapangan No 44B RT 04 RW 05 Dusun Banaran, Desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji tampak angker dan penuh Aura Mistik. Juga Penuh dengan berbagai jenis pusaka peninggalan nenek moyang bangsa Indonesia. Mulai jenis tombak, keris, trisula, pedang dan tongkat.
Diantara benda pusaka tersebut terdapat pa¬¬yung bersusun khas Bali, tempat dupa dan ke¬menyan. Hiasan tersebut yang mem¬buat su¬asana di tempat tersebut menjadi terasa ber¬¬beda. Benda-benda pusaka tersebut meru¬pa¬kan sebagian ko¬leksi yang dimiliki HM. Musryfin.
Sedikitnya ada 107 keris, 22 tombak, 5 pe¬dang dan 2 trisula yang sekarang ini yang di¬¬simpan HM. Musyrifin.. Benda pusaka tersebut di¬miliki HM. Musyrifin. sejak tahun 1991. Saat itu HM. Musyrifin. sangat mengagumi dengan pu¬saka. Karakter pusaka yang memiliki ciri yang berbeda-beda membuat HM. Musyrifin. pun tertarik untuk mempelajarinya.
Karena itu HM. Musyrifin. pun memutuskan un¬tuk belajar ke Prof. DR. KPP. KH. Nur Nasroh Hadiningrat, MBA. Pengasuh sekaligus pendiri Pon¬dok Pesantren (Ponpes) Wali Songo Gomang Laju Lor, Kecamatan Singgahan Kabupaten Tuban, Jawa Timur, memiliki pe-ngetahuan yang luas mengenai benda pu¬saka. ”Selama dua tahun saya menjadi santri. Belajar untuk membaca karakter benda pusaka. Mulai jenis, hingga dibuat pada tahun berapa dan siapa pembuat/ Empunya ,” beber Musyrifin.
Dari situlah HM. Musyrifin mulai diminta melakukan penjamasan tosan aji atau memadikan benda pusaka pada bulan Suro. Kegiatan tersebut sudah digelar pada hari Rabu (14/10) lalu. Selain merawat keris, suami Sari Dewi S.Sos.I dan ayah dari Muhammad Maulana Khalifatullah Gumelar Panatagama ini diminta menjadi sang pentayuh. Mulai melacak asal usul, dan melakukan identifikasi benda pusaka.
Untuk melengkapi data, HM. Musyrifin. juga diminta menjelaskan jenis pamor, empu yang membuat hingga kapan benda pusaka tersebut dibuat. ”Bulan Suro kali ini sangat banyak yang datang. Sedikitnya ada 425 benda pusaka yang minta dilihat,” ungkap pria yang saat ini berusia 47 tahun ini.
Kolektor benda pusaka yang datang kepada pria yang sudah dikaruniai satu anak ini dari berbagai wilayah di Jawa Timur. Mulai dari Malang raya, Magetan, Jember, Kediri, Sidoarjo, Tuban dan Surabaya. dan tidak butuh waktu lama untuk melakukan identifikasi. ”Hanya butuh waktu 5 menit melakukan identifikasi satu benda pusaka. Dan hasil identifikasi langsung diberikan dalam bentuk sertifikat,” terang HM. Musyrifin.
Dengan begitu, benda-benda bersejarah bisa teridentifikasi dengan baik. Baik jenis hingga pemiliknya. Bisa dilestarikan untuk diwariskan ke anak cucu Bangsa Indonesia. Sehingga barang bersejarah tersebut tidak akan musnah karena tergerus oleh perkembangan zaman.
Karena melestarikan budaya, HM. Musyrifin pun mendapat gelar Kanjeng Raden Tumenggung KH. Mukhammad Musyrifin Pujo Rekso Budoyo dari Keraton Surakarta Hadiningrat dengan pangkat Bupatih Sepuh, pada 25 Mei Tahun 2014. Dan HM. Musyrifin pun setiap tahunnya menggelar kegiatan memandikan pusaka dan mengidentifikasi benda pusaka.
Selain itu, HM. Musyrifin. juga tetap menjalankan tugasnya sebagai guru di MA Bilingual sebagai guru olahraga. Dan tetap menjalankan aktifitas belajar mengajar dengan anak didik. Membagi waktu agar kedua profesi tersebut tetap berjalan. Tidak ada yang dikorbankan karena memang kedua profesi tersebut menjadi bagian dari kehidupan HM. Musyrifin… ”. Untuk setiap harinya tetap sebagai guru Pend. Jas. Or. Kes pada Madrasah Aliyah (MA) Bilingual Kota Batu di Kel. Dadaprejo, Kec. Junrejo, Kota Batu. Dan Setiap waktu luang dimanfaatkan untuk melestarikan budaya bangsa, ” beber HM. Musyrifin… (MUKHLASHYIN – RADAR BATU – JAWA POS – 23 Oktober 2015).

Ya ALLAH…
✔ Muliakanlah orang yang membaca Berita Terkini ini
✔ Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid
✔ Lapangkanlah hatinya
✔ Bahagiakanlah keluarganya
✔ Luaskan rezekinya seluas lautan
✔ Mudahkan segala urusannya
✔ Kabulkan cita-citanya
✔ Jauhkan dari segala Musibah
✔ Jauhkan dari segala Penyakit, Fitnah, Prasangka Keji, Berkata Kasar dan Mungkar.
✔ Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang membaca dan membagikan Berita Terkini ini

Aamiin ya Rabbal’Alamin

Batu, 26 November 2015
Di Publikasikan Oleh:

KRT. KH. Mukhammad Musyrifin Puja Reksa Budaya
Khodimul ‘Ummat, Dlo’if wal Faqiir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *